Open Journal Systems

Cover Image

Karakteristik ekstrak tanin kulit kayu pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese)

Setian Hajriani, Andi Detti Yunianti, S Suhasman, Andi Sri Rahayu Diza Lestari

Abstract

Perekat merupakan salah satu komponen utama yang diperlukan dalam industri pengolahan kayu komposit. Perekat sintetis, yang umumnya digunakan pada pembuatan kayu komposit, mengandung emisi formaldehida yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan alternatif jenis perekat lain untuk mengurangi penggunaan perekat sintetis. Tanin merupakan senyawa polifenol berasal dari tumbuhan yang berpotensi dijadikan sebagai perekat alami. Tanin dalam jumlah besar banyak ditemukan pada kulit kayu, khususnya pada kulit kayu Pinus merkusii. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data karakteristik fisik dan kimia pada ekstrak tanin kulit Pinus merkusii. Tanin diperoleh melalui metode ekstraksi dengan menggunakan pelarut air panas. Sifat fisik yang diamati antara lain warna, kadar padatan, dan viskositas. Sifat kimia yang diamati berupa pH, analisis FTIR (Fourier-transform Infrared Spectroscopy), dan analisis GCMS (Gas Chromatography Mass Spectroscopy). Ekstrak tanin cair yang diperoleh berwarna cokelat terang, memiliki kadar padatan 0,3% dan viskositas 2,65 centipoise. Ekstrak tanin Pinus merkusii memiliki pH asam yaitu 4,23. Setelah dilakukan analisis gugus fungsi melalui uji FTIR, maka gugus fungsi yang terkandung dalam ekstrak kulit pinus adalah gugus hidroksil, gugus karbonil, gugus CH alkana, cincin aromatik, aldehida, dan gugus eter. Hasil analisis GCMS menunjukkan bahwa beberapa senyawa fenolik terkandung dalam ekstrak tanin kulit pinus dengan konsentrasi sebesar 7,75%. Oleh karena adanya gugus fenolik, maka tanin dapat bereaksi terhadap formaldehida sehingga dapat berpolimerisasi kondensasi menjadi bahan perekat kayu.

Keywords

Kulit pinus; perekat; tanin

Article Metrics

Abstract view : 32 times
PDF downloaded - 20 times

Full Text:

PDF

References

Awaliyan, H. M. R., Rosamah, E., & Sukaton, E. (2017). Karakteristik tanin dari ekstrak kulit kayu leda (Eucalyptus deglupta Blume.). ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 1(1), 16–28.

Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Produksi Kehutanan. Diakses dari: ttps://www.bps.go.id tanggal 01 November 2020

Bianchi, S., Kroslakova, I., Janzon, R., Mayer, I., Saake, B., & Pichelin, F. (2015). Characterization of condensed tannins and carbohydrates in hot water bark extracts of European softwood species. Phytochemistry, 120, 53–61.

Chupin, L., Motillon, C., Charrier-El Bouhtoury, F., Pizzi, A., & Charrier, B. (2013). Characterisation of maritime pine (Pinus pinaster) bark tannins extracted under different conditions by spectroscopic methods, FTIR and HPLC. Industrial Crops and Products, 49, 897–903.

Danarto, Y. C., Ajie Prihananto, S., & Anjas Pamungkas, Z. (2011). Pemanfaatan tanin dari kulit kayu bakau sebagai pengganti gugus fenol pada resin fenol formaldehid. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” 2011, 1–5. Diakses dari: https://core.ac.uk, tanggal 24 Agustus 2019.

Derkyi, N. S. A., Sekyere, D., & Darkwa, N. A. (2014). Effect of extraction solvent on tannin-formaldehyde adhesives for plywood production. JENRM, I(2), 2026–6189.

Gaspar, F., Cruz, H., Gomes, A., & Nunes, L. (2010). Production of glued laminated timber with copper azole treated maritime pine. European Journal of Wood and Wood Products, 68(2), 207–218.

Gonultas, O. (2018). Properties of pine bark tannin-based adhesive produced with various hardeners. BioResources, 13(4). 9066-9078.

Grigsby, W., & Warnes, J. (2004). Potential of tannin extracts as resorcinol replacements in cold cure thermoset adhesives. Holz Als Roh - Und Werkstoff, 62(6), 433–438.

Hagerman, A. E. (2002). Tannin Handbook. In Condensed tannin structural chemistry. Miami University.

Hermawan, A. (2001). Penggunaan tanin kulit kayu tusam (Pinus merkusii Jungh et de Vriest) sebagai perekat kayu lapis eksterior. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Diakses dari: http://repository.ipb.ac.id tanggal 31 Maret 2019.

Iriany, Florentina Pandiangan, & Christina Eka P. (2017). Ekstraksi tanin dari kulit kayu akasia dengan menggunakan microwave: pengaruh daya microwave, waktu ekstraksi dan jenis pelarut. Jurnal Teknik Kimia USU, 6(3), 52–57.

Jessica. (2018). Karakterisasi dan pengembangan tanin ekstrak kulit mangium (Acacia mangium Willd.) sebagai perekat kayu laminasi [Disertasi]. Diakses dari: https://repository.ipb.ac.id, tanggal 31 Maret 2019

Kusmayadi, Y. (1989). Pengaruh suhu dan waktu ekstraksi kulit Pinus merkusii Jung et de Vriest, Accacia decurrens Wild dan Rhizophora mucronata [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor (Tidak diterbitkan)

Lee, W. J., & Lan, W. C. (2006). Properties of resorcinol-tannin-formaldehyde copolymer resins prepared from the bark extracts of Taiwan acacia and China fir. Bioresource Technology, 97(2), 257–264.

Lestari, A. S. R. D. (2015). Glulam dari kayu cepat tumbuh dengan perekat tanin dari ekstrak kulit mahoni [tesis]. Institut Pertanian Bogor. diakses dari: https://repository.ipb.ac.id tanggal 31 Maret 2019.

Lestari, A. S. R. D. (2018). Sintesis dan karakterisasi perekat tanin mahoni untuk balok glulam dari kayu cepat tumbuh [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor. Diakses dari: https://repository.ipb.ac.id tanggal 31 Maret 2019.

Pari, G. (1990). Beberapa Sifat Fisis dan Kimia Ekstrak Tanin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 6(8), 477–487.

Ping, L., Pizzi, A., Guo, Z. D., & Brosse, N. (2012). Condensed tannins from grape pomace: Characterization by FTIR and MALDI TOF and production of environment friendly wood adhesive. Industrial Crops and Products, 40(1), 13–20.

Pratini, C. E. (2017). Ekstraksi tanin dari kulit kayu pinus dengan bantuan microwave: pengaruh daya microwave, jenis pelarut dan waktu ekstraksi. Jurnal Integrasi Proses, 6(4), 155-161.

Rachmawati, O., Sugita, P., & Santoso, A. (2018). Sintesis perekat tanin resorsinol formaldehida dari ekstrak kulit pohon mangium untuk peningkatan kualitas batang sawit. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 36(1), 33–46.

Saad, H., Khoukh, A., Ayed, N., Charrier, B., & Bouhtoury, F. C. El. (2014). Characterization of Tunisian Aleppo pine tannins for a potential use in wood adhesive formulation. Industrial Crops and Products, 61, 517–525.

Santoso, A., & Edriana, E. (2004). Pemanfaatan tanin dari kulit kayu tusam (Pinus merkusii) untuk campuran perekat kayu lapis. Jurnal Nusa Kimia, 4(1), 39–47.

Santoso, A., & Malik, J. (2005). Pengaruh jenis perekat dan kombinasi jenis kayu terhadap keteguhan rekat kayu lamina. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 23(5), 375–384.

Suhendry, S., Rosamah, E., & Sukaton, E. (2018). Karakteristik ekstrak dari kulit kayu bakau dengan pelarut yang berbeda. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 1(2), 163–173.

Supratman, U. (2010). Elusidasi struktur senyawa organik. Widya Padjajaran.

Suseno, N., & Adiarto, T. (2014). Ekstraksi tanin dari kulit kayu pinus sebagai bahan perekat briket. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. http://repository.ubaya.ac.id.

Tan, L. (1992). Ekstraksi dan identifikasi tanin kulit kayu beberapa jenis pohon serta penggunaannya sebagai perekat kayu lapis eksterior [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor (Tidak diterbitkan)

Tondi, G., Thevenon, M. F., Mies, B., Standfest, G., Petutschnigg, A., & Wieland, S. (2013). Impregnation of Scots pine and beech with tannin solutions: Effect of viscosity and wood anatomy in wood infiltration. Wood Science and Technology, 47(3), 615–626.

Wiyono, B. (1988). Pengaruh tanin-formaldehida terhadap sifat fisik dan ketahanan tarik papan serat yang dibuat dengan proses basah. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 5(5), 275–278.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.