Open Journal Systems

Cover Image

Kualitas tanah dan pertumbuhan varietas murbei di Sentra Persutraan Alam Sulawesi Selatan

Catharina Andriyani Prasetyawati, Heri Suryanto

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah sentra industri persutraan alam di Indonesia. Daun murbei (Morus sp.) sebagai pakan bagi ulat sutra harus memenuhi kualitas dan kuantitas yang baik. Pertumbuhan tanaman murbei dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Kualitas tanah sebagai bagian utama dari faktor lingkungan mempunyai peran penting pembentukan kualitas tumbuhan pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyeleksi lokasi yang optimal untuk pertumbuhan murbei dilanjutkan dengan seleksi terhadap kinerja varietas murbei pada lokasi terbaik (M. nigra, NI, KI 34, KI 41, AsI dan M. Multicaulis) di Sulawesi Selatan. Pengamatan kualitas tanah merupakan penelitian pendahuluan guna mengetahui kesesuaian tempat tumbuh murbei sebagai lokasi uji pertumbuhan varietas murbei. Evaluasi kualitas tanah dilakukan di beberapa lokasi: Desa Pising, Desa Sering (Kabupaten Soppeng), Desa Bekkae, Desa Walennae (Kabupaten Wajo), dan Desa Kalosi (Kabupaten Enrekang). Hasil pencandraan profil tanah, pengamatan sifat fisik dan sifat kimia tanah lahan murbei di beberapa kabupaten menunjukkan bahwa kondisi tanah yang paling baik untuk tanaman murbei adalah lahan di Desa Sering dengan kedalaman efektif perakaran sampai dengan 80 cm. Lapisan profil sampai kedalaman 100 cm masih berwarna hitam dengan sedikit berpasir dan liat dengan kualitas sifat kimia tanah baik. Pertumbuhan beberapa varietas murbei di Desa Sering, Kabupaten Soppeng menunjukkan bahwa KI 41 merupakan varietas murbei terbaik dengan tinggi rata rata tanaman 227,09 cm dan jumlah daun sebanyak 89,71. Korelasi antara tingkat pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun yang dihasilkan menunjukkan nilai positif dengan keeratan hubungan yang sangat kuat.

Keywords

Kualitas tanah; lahan murbei; Sulawesi Selatan

Article Metrics

Abstract view : 27 times
PDF downloaded - 16 times

Full Text:

PDF

References

Doss, S. G., Chakraborti, P., Roychowdhuri, S., Das, N. K., Vijayan, K., & Ghosh, P. D. (2011). Development of mulberry varieties for sustainable growth and leaf yield in temperate and subtropical regions of India. Euphytica International Journal of Plant Breeding, 185(2), 215–225.

Eviati & Sulaeman (2009). Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Petunjuk Teknis Edisi 2. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

Harbi, J., Nurrochmat, D. R., & Kusharto, C. M. (2015). Pengembangan usaha persutraan alam Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 2(2), 129–136.

Muis, A., Nuhrahim, M., Latif, A., Sarrafah, A., Filaillah, N., & Ridwan, M. (2016). Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan 2015. Makassar: Badan Lingkungan Hidup Daerah (BHLD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Munsell Soil Color Chart. (1994) (Revised). New York: Macbeth Division of Kollmorgen Instrumen Corporation.

Nunuh, A. (2012). Serikultur Budidaya Sutra Alam ( Bombyx mori Lin). Bandung.

Pudjiono, S., Andadari, L., & Darwo. (2016). Pemilihan jenis hibrid murbei untuk dikembangkan di dataran tinggi. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 13(2), 133–138.

Rahman, M., & Islam, S. (2020). Genetic diversity analysis based on morphological characters in mulberry (Morus spp.). J. Bio-Sci, 28, 111–119.

Rahmathulla, V. K. (2012). Management of climatic factors for successful silkworm (Bombyx mori L.) crop and higher silk production : A review. Psyche A Journal of Entomology, 2012(July), 1–12.

Ramamurthy, V., Sarve, S. B., Sharma, J. B., & Prasad, J. (2006). Performance of mulberry in different soils of Nagpur. Indian Silk, 45(6), 14–15.

Satwiko, T., Lahay, R. R., & Damanik, B. S. (2013). Tanggap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai (Glycine max L.) terhadap perbandingan komposisi pupuk. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 1(4), 1413–1423.

Sori, W., & Gebreselassie, W. (2016). Evaluation of mulberry ( Morus spp.) genotypes for growth, leaf yield and quality traits under Southwest Ethiopian Condition. Journal of Agronomy, 15(4), 173–178.

Sudhakar, P., Sobhana, V., Gowda, M. R.S., Kumar, J. S., Sivaprasad, V. (2018). Soil fertility status of mulberry (Morus alba L.) soils under bivoltine sericultural areas of North, South and Eastern Regions. International Journal of Advanced Research, 6(4), 132–140.

Sulakhudin, Suswati, D., Gafur, S. (2017). Kajian status kesuburan tanah pada lahan sawah di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Menpawah. Jurnal Pedon Tropika, 3, 106–114.

Tikader, A., & Kamble, C. K. (2009). Development of core collection for perennial mulberry (Morus spp.) Germplasm. Pertanika J. Sci. & Technol, 17(1), 43–51.

Tilahun, G. (2012). Soil Fertility Status As Influenced By Different Land Uses In Maybar Areas of South Wello Zone, North Ethiopia. Haramaya University. LAP LAMBERT Academic Publishing

Vijayan, K., Srivastava, P. P., Raju, P. J., & Beera, S. (2012). Breeding for higher productivity in mulberry breeding for higher productivity in mulberry. Czech Journal of Genetics and Plant Breeding, 48(4), 147–156.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.