Open Journal Systems

POTENSI KEANEKARAGAMAN SATWALIAR UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI LABORATORIUM LAPANGAN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA HUTAN PENDIDIKAN UNHAS

Amran Achmad, Putu Oka Ngakan, Anwar Umar, Asrianny Asrianny

Sari

This study aims to determine the potential of wildlife diversity that can be developed as an ecotourism attraction in the Field Laboratory of Forest Resources Conservation and Ecotourism, Unhas Educational Forest. The data was collected by survey method using the line transect method and concentration point count method. Data were analyzed to determine the ecological indices, ie; Richness Indices, Evenness Indices, and Diversity Indices. The results showed that Field Laboratory of Forest Resources Conservation and Ecotourism, have the wild life of mammals, birds, insects, reptiles and frogs that have the potential to be used in the development of ecotourism. The wildlife to be developed as an ecotourism attraction, are the Sulawesi Black Monkey, Tarsier, Couscous, Sulawesi Civets, Deer and Wild Boar, as well as a variety of birds, reptiles and frogs.

 

Kata Kunci

Diversity, Wildlife, Ecotourism

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Achmad, A dan D. Nurdin, (2010). Potensi dan Kebijakan Pengelolaan Satwa Liar di Hutan Pendidikan Unhas. Prosiding Hasil-Hasil Litbang Mendukung Rehabilitasi dan Konservasi Hutan Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi.

Achmad, N.S. (2010). Jenis, Kelimpahan dan Distribusi Tumbuhan Pakan Macaca maura Schinz di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan. Skripisi. Tidak diterbitkan.

Birdlife Indonesia. (2006). Ini Itunya Burung. Dalam: Artikel majalah Burung Indonesia No. 1 Edisi Juli 2006, Hal. 39-41.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. UNESCO. (2002). Panduan Dasar Pelaksanaan Ekowisata. Nias: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Langi, L. (2012). Daerah Jelajah (Home range) dan Prilaku harian Macaca maura Schinz di Laboratorium Lapangan KSDH dan Ekowisata Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Skripsi). Makassar: Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas. Tidak diterbitkan.

Ludwig, J.A and J. F. Reynolds, (1988). Statistical Ecology. A Primer on Methods and Computing. New York: John Wiley and Sons.

Lukman, H. (2004). Dasar-Dasar Ekowisata. Malang: Bayumedia

Mallawi. A. (2010). Populasi dan Keanekaragaman Spesies Reptil di Hutan Alam pada Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unhas (Skripisi). Makassar: Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan. Tidak diterbitkan.

Mesalayuk, A. J., (2010). Populasi dan Keanekaragaman Spesies Amphibi pada Hutan Alam di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unhas (Skripsi). Makassar: Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan. Tidak diterbitkan.

Ramdhani. (2008). Burung dan Dasar-Dasar Birdwatching. (Online) http://www.deriramdhani’s.weblog.com diakses tanggal 2 Juni 2008.

Sasmita, I. R. (2012). Daerah Jelajah (Home range) dan Prilaku Babi Hutan (Sus scrofa) di Laboratorium Lapangan KSDH dan Ekowisata Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Skripsi). Makassar: Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas. Tidak diterbitkan.

Soerjanegara, I. (1996). Ekologi, Ekologisme, dan Pengelolaan Sumberdaya Hutan. Bogor: Jurusan Managemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.

Temmalewa, M. (2012). Daerah Jelajah (Home range) dan Perilaku Harian Soa-soa Hydrosaurus amboinensis) Di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Skripsi). Makassar: Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas. Tidak diterbitkan.

Yoeti, O. A. (2000) Ekowisata Pariwisata Berwawasan Lingkungan. Jakarta: PT. Pertja.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.